Monday, August 1, 2011

Bermain Peran Hangatkan Hubungan

PERNAH berfantasi aneh-aneh? Misalnya, bercinta di tepi pantai, di alas pasir dan ditemani debur ombak yang menenangkan. Atau, lebih sederhana lagi. Memadu kasih dengan David Beckham yang ganteng dan seksi?
Semua orang punya fantasi dalam kehidupan seksual, termasuk perempuan. Kalau biasanya hanya disimpan sendiri, cobalah berbagi dengan pasangan lain praktikkan berdua. Misalnya, bermain peran. Ini bisa menjadi variasi hingga kegiatan bercinta dalam rumah tangga tidak terasa sebagai rutinitas belaka.
Dengan sedikit usaha dan persiapan, fantasi-fantasi tersebut bisa diwujudkan bersama pasangan tercinta melalui permainan peran yang asyik. Bermain peran dalam hubungan seks atau kerap disebut role play disarankan oleh para ahli. Terlebih, buat pasangan yang sudah lama menikah atau menganggap seks sebagai bagian dari rutinitas belaka. Memainkan peran sesuai fantasi sudah pasti akan membawa Anda keluar dari rutinitas yang kadang membosankan tersebut.
"Melakukan hubungan seks sembari memainkan peran yang sama sekali berbeda daripada kehidupan sesungguhnya punya banyak manfaat. Pasangan jadi lebih kreatif di ranjang," jelas Evelyn Fisboin, terapis perkawinan dan keluarga dari Mind Spectrum Institute, Florida.
Dalam role play, kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan keinginan. Jalannya peran juga berbeda, bergantung kenyamanan pasangan. Ada yang memainkan peran hanya melalui dialog. Artinya, pasangan berpura-pura menjadi orang yang dibayangkan, tanpa kostum dan perlengkapan pendukung lain. Ada pula yang menggunakan peranti lengkap. Misalnya, memakai terusan putih khas suster rumah sakit. Untuk si dia, cukup memakai jas putih dan stetoskop. Skenario lain, ambil dress bergaya corporate berwarna gelap, lengkapi kacamata besar plus birkin bag. Lantas, minta suami mengenakan seragam LA Galaxy nomor 23. Pasangan Victoria dan David Beckham pun siap beraksi.
"Anda juga bisa mereka-reka sendiri dialog dan adegan. Tidak perlu bikin skenario yang harus dihafal selama berhubungan seks. Mengalir saja, yang penting sesuai dengan peran," jelas Fisboin. "Tidak menjadi diri sendiri membuat pikiran lebih bebas. Anda bisa benar-benar melepaskan diri dari keseharian yang melelahkan," papar dia.
Efeknya, imbuh Fisboin, akan muncul keberanian untuk menjajal gaya-gaya yang biasanya tidak pemah dilirik "Kalau biasanya suami selalu meminta posisi missionary, ajaklah bermain menjadi ibu direktur dan manajer pemasaran. Dengan menjadi bos, Anda bisa mengambil alih dominasi," tuturnya.
Dalam tataran ekstrem, tidak jarang pasangan tergoda mencoba peran yang mengerikan. Misalnya, dengan tangan terikat atau mulut tersumpal. Fisboin mengatakan, role play sah-sah saja selama pasangan bisa menikmati. "Pastikan fantasi Anda dan suami aman. Jangan lupa selalu mengecek apakah ikatannya menyakiti atau semacamnya. Yang paling penting, tidak ada yang melakukannya dengan terpaksa," tegas dia.
Role play, selain mengeksplorasi peran-peran yang sebelumnya hanya ada dalam imajinasi, juga meningkatkan intimacy suami istri. Sebab, berbagi fantasi membutuhkan konfidensi dan kepercayaan yang lebih kepada pasangan. Perasaan malu, takut ditertawakan, sampai takut ditolak sudah dilewati.untuk menghindari reaksi penolakan dari suami, relationship expert Johanna Lyman mengingatkan pasangan untuk selalu berkomunikasi sebelum menjalankan aksi. Sampaikan keinginan atau fantasi dengan cara yang halus dan tidak membuat si dia merasa ditolak atau dilupakan. "Ingatkan dia bahwa Anda ingin melakukan role play sebagai variasi dari kegiatan seksual.Tidak melulu karena Anda merasa bosan" jelas Lymann. Role play bisa menjadi bagian integral untuk menjaga gairah suatu hubungan yang sudah lama berlangsung. Di sini yang lebih bermain adalah imajinasi dan bukan melulu libido.

Posisi Seks saat Hamil

SAAT istri hamil, intensitas hubungan intim beberapa pasangin menjadi berkurang. Perut istri yang besar rnembatasi ruang gerak dan posisi saat bercinta Selain itu, muncul kekhawatiran aktivitas bercinta akan mengganggu kandungan. Padahal, seks masih bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Dokter Susanto Suryaatmadja SpAnd membagi dua kondisi perempuan yang sedang hamil. Pertama, perempuan dengan kelainan kehamilan atau penyakit yang bisa memberatkan. Golongan itu sebaiknya menghindari hubungan intim sepanjang tahun. Bila tidak, sang istri rawan mengalami kontraksi hebat yang bisa mengakibatkan keguguran.
Kedua, perempuan yang hamil dalam keadaan normal. Nab, kelompok kedua itu bisa tetap menjalankan aktivitas bercinta. Tapi, usia kehamilan harus diperhatikan. Pada trimester atau tiga bulan pertama, kondisi kehamilan rawan keguguran. Karen itu, hams berhati-hati. Soal posisi, tidak ada masalah untuk mencoba segala macam gaya. "Doggie style pun tidak apa-apa," tutor Susanto. Pada trimester kedua, perut mulai besar. Tapi, perempuan sudah merasa nyaman dengan kehamilannya Untuk posisi, coba gaya yang tidak menekan perut. Salah satunya, posisi misionaris. Yakni istri tidur telentang, sedangkan suami berada di atas istri. "Tetap sang suami harus memperlakukan istri secara lembut. Ingat istri sedang hamil," ujar Susanto. Bisa juga posisi women on top. Posisi itu memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakan. Istri dapat membuatnya lambat atau cepat, serta mengontrol kedalaman penetrasi. Yang paling penting, gerakan itu aman untuk perut sang istri. Pasangan juga bisa mempraktikkan posisi lion. Caranya, pasangan duduk saling berhadapan. lstri dipangku suami dan kaki istri menjepit pinggang suami.
Pada trimester ketiga, posisi wornen on top adalah yang paling aman. Suami tidur telentang, sedangkan istri duduk, rnenghadap suarni. Bisa juga melakukan deep penetration yang rnerupakan kebalikan dari women on top. Maksudnya, istri membelakangi suami. Dolcter Ernawati Darmawan SpOG dart RSUD dr Soetomo memberikan beberapa tambahan. Posisi spooning (sendok) juga bisa dinikmati pasangan yang istrinya sedang mengandung. Caranya, pasangan sama-sama tidur miring. Suami berada di belakang istri dan tidak saling berhadapan. Pasangan juga masih bisa menikmati hubungan intim dengan posisi side by side. Pasangan tidur menyamping dan saling berhadapan. Kaki istri yang berada di atas diangkat dan menjepit badan bagiasn bawah suami. Suami mengambil posisi agak ke bawah agar tidak menekan perut istri. Tapi posisi ini tidak lagi nyaman dilakukan saat trimester ketiga.
Yang terakhir, the edge of the bed. Istri bisa tidur telentang di pinggir kasur. Kedua kaki ditekuk Sementara itu, suami jongkok atau berdiri di sisi luar tempat tidur. Penetrasi bisa dilakukan dari depan.

BERBAGAI PILIHAN GAYA
TRIMESTER PERTAMA
Misionaris
Doggie Style
Side by side

TRIMESTER KEDUA
Misionaris
Woman on top
Lion

TRIMESTER KETIGA
Woman on top
The edge of the bed
Spooning

Hati-Hati Kontraksi

SAAT hamil, istri bisa jadi malas berhubungan intim. Suami tidak perlu memaksa. Komunikasikan masalah tersebut dengan lembut. Saat berhubungan pun, perbanyak sentuhan halus, ciuman, dan kata-kata mesra. Jangan lupa melakukan foreplay secara perlahan. Sebab, saat hamil, istri tidak bisa diburu-buru, seperti sebelum hamil.
"Suasana hati serta fungsi seksual masing-masing saat itu memengaruhi foreplay. Keduanya sebaiknya memiliki pemikiran yang positif. Diharapkan pasangan bisa mencapai orgasme bersama-sama," tutur Dr Susanto Suryaatmadja SpAnd. Tidak ada salahnya menggunakan alat bantu. Misalnya, bantal untuk sandaran dan menopang sang istri. "Bantal diperlukan untuk mencari G-spot istri dan membantu memperpendek jarak penis dengan G-spot pasangannya yang sedang hamil. Penis boleh masuk asal jangan terlalu keras dan dalam karena bisa mengakibatkan kontraksi," papar Susanto. Dokter Ernawati Darmawan SpOG dan RSU dr Soetomo menuturkan, sebaiknya suami menghindari merangsang bagian payudara. Sebab, bagian tersebut amat sensitif. Istri mudah terangsang. Itu bisa mengakibatkan kontraksi. Hal tersebut akan berbahaya bagi perempuan hamil yang memiliki penyakit tertentu atau kelainan kehamilan.
Karena itu, kata Susanto, hubungan intim perlu ditangguhkan saat istri menderita penyakit tertentu atau kelainan kehamilan. Di antaranya, placenta previa (kelainan letak plasenta) dan preeclampsia pada perempuan hamil dengan tekanan darah yang sangat tinggi. Hubungan intim juga ditangguhkan bila ditemukan protein tinggi di dalam urine istri. Begitu pula bila istri menderita penyakit jantung, muntah berlebihan (lzyperemesis grajidarum), dan penyakit lainnya.
Sang suami juga harus bisa menahan nafsu bila istri mengandung bayi tabung. Termasuk bila sang istri adalah perempuan yang sulit hamil. Apalagi bila baru menjalani aborsi. "Hubungan intim tidak mungkin dilakukan saat istri mengalami perdarahan, ancaman persalinan prematur, kontraksi, hingga pecah ketuban," kata Ernawati.
Nah, pada kondisi yang tidak memungkinkan berhubungan intim, sang suami bisa mengalihkan hasratnya untuk beraktivitas. Menurut Susanto, pars suami yang menghadapi situasi tersebut lebih baik mencari kesibukan lain. Misalnya, berolahraga sehingga tidak sempat memikirkan seks.