Monday, August 1, 2011

Aromaterapi atau Pijatan Jadi Alternatif Pilihan

MENGEMBALIKAN mood bercinta memang membutuhkan partisipasi dari dua pihak. Selain suami, perempuan boleh berinisiatif mengajak pasangan untuk melakukan kegiatan yang membangkitkan semangat memadu kasih.
Keyla, misalnya. Bagi relationship manager bank swasta tersebut, penampilan sang suami menjadi salah satu faktor penting penunjang mood. Tidak perlu dandan cakap, asal si dia tampak segar setelah mandi, Keyla bisa langsung turn on. Alhasil, dia sering meminta Adi, suaminya, untuk mandi dulu sebelum bercinta.
"Suka aja lihat rambutnya basah habis keramas. Menjuntai-juntai dan masih ada titik-titik aimya. Dicium-cium wangi banget. Itu mood booster paling efektif," tutur Keyla. Repotnya, lanjut perempuan 25 tahun itu, sang suami sering mengajak bercinta ketika bangun tidur. Wajah dan rambut berantakan, sang suami jelas membuat Keyla enggan. " Ya, dia saya minta mandi dulu. Kalau perlu, mandi bersama," ucapnya.
Pendapat lrayanti tidak jauh berbeda. Jika ajakan bercinta datang ketika tidak mood, perempuan yang tengah menanti kelahiran anak kedua itu tak sungkan meminta sang suami memijatnya. Pijatan ringan, selain membuat tubuh relaks, menjadi stimulasi otak paling ampuh.
Irayanti juga mengaku sangat gampang terbawa suasana. Karena itu, lilin lilin cantik, suasana redup, plus harum aroma terapi cukup efektif untuk memperbaiki suasana hati.
"Sebenarnya, suami selalu menghargai kondisi saya. Kalau memang saya tidak mood, dia tidak memaksa," tutur Ira, sapaan Irayanti. "Namun, kalau suasananya seperti itu, plus dapat massage enak dari suami, siapa yang nggak seneng? Perfect banget kan. Kalau sudah begitu, dengan sendirinya mood itu terbangun," tandasnya. Di sisi lain, Andini menyatakan tidak pemah moody dalam urusan seks. Kapan pun sang kekasih mengajak, dia tidak pemah keberatan. Namun, ada kalanya stres karena pekerjaan membuat perempuan 29 tahun itu tidak berminat melakukannya. "Tetapi, membangun mood kembali cukup mudah. Cukup dengan sentuhan ringan atau sentuhan mesra dari kekasih sudah bisa memperbaiki suasana hati," tegasnya.

Gangguan saat Kehamilan : Mulai Cepat Lelah hingga Insomnia

DI NYATAKAN hamil saat menanti kehadiran momongan tentu memberikan kebahagiaan luar biasa. Hari demi hari dijalani sambil tak sabar menanti buah hati lahir. Di tengah perjalanan itu, kadang bunda juga merasakan sejumlah keluhan terkait dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Memang tidak berat, tidak juga terlalu berbahaya. Namun, hal itu tetap mengganggu. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, gangguan kecil tersebut bisa berpengaruh pada kondisi psikologis bunda. Apalagi emosi perempuan hamil biasanya tidak stabil akibat perubahan aktivitas hormon progresteron dan estrogen.
Keluhan paling umum adalah mudah lelah (fatigue). Kalau biasanya di kantor sepanjang hari baik-baik saja, malah masih ada energi untuk acara afterhour, saat hamil rasanya kerja setengah hari saja melelahkan. Gejala itu berbeda pada setiap orang. Tetapi, kebanyakan rasa mudah lelah baru berhenti ketika kehamilan memasuki trimester kedua. Hal tersebut sebenamya bisa diatasi tanpa harus menurunkan kinerja. "Kuncinya, tidur cukup. Minimal sembilan hingga sepuluh jam sehari dan jangan berangkat tidur terlalu larut" papar dr Hendra Ratsmawan SpOG. Asupan gizi bunda juga harus lebih banyak daripada sebelum hamil. Setidaknya konsumsi sekitar 300 kilo kalori tambahan setiap hari. Cukupi kebutuhan karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Untuk menambah kalori dan kalsium, minum susu skim sangat membantu. "Olahraga ringan juga sangat disarankan. Jalan kaki setengah jam saja saat pagi sudah punya efek signifikan pada kebugaran," papar spesialis kandungan RS Bunda dan Anak Kendangsari tersebut.
Keluhan lain adalah susah tidur alias insomnia. Dalam kondisi biasa saja, insomnia punya banyak efek buruk, apalagi kala sedang berbadan dua. Karena itu, bunda harus segera mengatasinya jika gejala tersebut muncul sejak trimester pertama.
Untuk itu, perlu dilihat penyebab stres. Pada trimester pertama, faktomya adalah hormon progesteron dan tingkat stres. Bisa kekhawatiran soal kondisi bayi, kondisi bunda sendiri, atau bahkan masalah ekonomi. Salah satu cara yang ampuh untuk mengatasi insomnia adalah tidur dan bangun pada jam sama setiap hari "Alkohol, tembakau, dan kafein sudah jelas membuat orang susah tidur. Calon bunda harus menghindarinya kata Hendra.
Keluhan lain yang cukup mengganggu adalah hidung buntu. ltu diderita sekitar 30 persen bunda hamil dan tidak ada hubungannya dengan flu. Penyebabnya peningkatan kadar estrogen yang mengakibatkan pembengkakan membran hidung dan memicu produksi cairan hidung (molcus) secara berlebihan. Pembuluh darah juga meningkat sehingga bunda hamil gampang mengalami mimisan.
Cara menghadapinya mudah saja. Cairan tubuh bunda harus terpenuhi.,jangan sampai dehidrasi. Saat tidur usahakan posisi kepala lebih tinggi daripada tubuh. Mandi dengan air hangat juga disarankan. "Jika perlu, gunakan obat semprot atau tetes hidung; papar dokter yang juga berpraktik di RS Premier Surabaya tersebut.
Keluhan lain adalah pusing alias sakit kepala. Gangguan itu tidak mengenal waktu dan bahkan bisa terjadi sepanjang kehamilan. Penyebabnya, sistem kardiovaskular tubuh memang mengalami perubahan. Volume darah meningkat sekitar 40 hingga 45 persen sehingga kerja jantung juga lebih berat. "Tidak ada antisipasi khusus untuk kondisi ini. Kalau kepala sudah mulai berat, segera duduk atau berbaring" jelas Hendra.
Masalah pencernaan juga sering muncul seiring bertambahnya usia kandungan. Yang paling sering dikeluhkan adalah konstipasi atau sulit buang air besar. Penyebabnya adalah peningkatan hormon progesteron yang mernperlambat gerak peristaltik usus. Masuk trimester ketiga, biasanya ibu makin sulit ke belakang lantaran penekanan bayi pada rahim di daerah rektum. Jika tidak segera diatasi, konstipasi parah bisa mengakibatkan ambeien. "Karena itu, lebih baik dicegah. Sejak awal kehamilan, ibu harus mengonsumsi banyak serat dan buah, sayur; maupun agar-agar. Jangan dilawan dengan obat pencahar," togas Hendra.

Seru Nonton Film Biru

Film biru alias film yang berisi adegan khusus suami istri, tidak hanya dinikmati laki-laki. Tidak sedikit perempuan yang juga  menikmati film itu. Alasannya bermacam-macam, iseng, penasaran, atau ingin menjadikannya referensi saat melayani suami.
"Dulu sebelum menikah, saya nggak pernah lihat, terus diajak perempuan 28 tahun itu memutar film biru saat bersantai bersama suami. Koleksi sang suami lumayan banyak, mulai yang biasa sampai yang cukup ekstrem.
Vera menyatakan tidak berkeberatan suaminya menyimpan film biru dalam komputer rumahnya. "Wajar kan. Artinya, suami saya laki-laki normal karena masih suka begituan. Lagi pula, praktiknya kan sama saya," ujar perempuan yang baru saja dikaruniai seorang anak tersebut. Pendapat berbeda diungkapkan Hardiani. Ibu dua anak itu menyatakan tidak suka melihat film biru bersama pasangannya. Biasanya, dia paling suka menyetel film khusus dewasa tersebut saat sendiri atau ditinggal suami ke luar kota. Karena itu, perempuan 33 tahun tersebut.menyimpan beberapa koleksi film di telepon genggamnya.
"Kalau ada suami, ngapain liat film biru? Lebih baik bikin sendiri," tuturnya. Perempuan yang berbisnis garmen itu mengungkapkan suka film biru dengan jenis adegan yang tidak biasa "Sava suka cari yang ekstrern. Kalau cuma begitu-begitu saja, bosan. Saya juga bisa," lanjutnya.
Biasanya, Hardiani mendapatkan koleksi film tersebut dengan mengunduh di beberapa situs yang bisa diakses telepon genggamnya. Kadang, dia barter dengan beberapa teman. "Saya sih lebih suka yang pemerannya orang bule. Kalau Indonesia, nggak tahu kenapa, rasanya risi," jelasnya.
Ariana memiliki pendapat yang hatnpir sama dengan Hardiani. Ibu satu anak tersebut kerap menikmati film biru sendirian di telepon genggamnya. Hanya, dia tidak suka menyimpan film itu. Dia khawatir, putranya yang baru saja masuk sekolah dasar menemukan film itu meski tidak sengaja. "Simpan sehari atau dua hari, lalu hapus," katanya.
Kegiatan tersebut dilakukan Ariana jika sendirian di rumah ketika suami bekerja dan anak bersekolah. "Saya browsing lewat HP. Biasanya, kalau nemu yang bagus, saya ingat-ingat. Nanti dipraktikkan waktu suami datang. Seringnya sih suami suka," ujarnya.
Maria, dosen salah satu universitas swasta di Surabaya, mengungkapkan tidak suka film biru meski sang suami kerap mengajak dirinya melihat bersama. "Perempuan di situ cakep-cakep. Badannya juga bagus. Saya jadi minder kalau harus lihat bareng suami." tuturnya.
Menurut Rasya, film biru terlalu berlebihan. "Adegannya dibuat-buat. Nggak asyik," katanya. Meski demikian, dia tidak berkeberatan jika sang suami menikmatinya. "Kalau suami suka, biarin saja. Toh, dia nggak terus-terusan lihat," imbuh perempuan yang tengah hamil empat bulan itu.
Novi lain lagi. Ibu satu anak itu menyatakan tidak suka film biru karena dianggap tidak romantis. "Ink nggak ada ceritanya. Tiba-tiba bak buk begitu. Aneh," ujarnya. Staf salah satu perusahaan swasta tersebut lebih suka film romantis yang ada adegan bercintanya. "Itu lebih ngena deh," imbuhnya.