Monday, August 1, 2011

Menyelesaikan Masalah Setelah Make Love

Sekilas make-up sex tampak mudah. Bertengkar, make love, lalu baikan. Apa yang membuat make-up sex patut dijadikan salah satu alternatif menuju akhir pertengkaran?
Untuk pasangan suami istri, make-up sex dipandang efektif meredakan ketegangan setelah saling berjibaku mempertahankan argumen. Ada bonusnya pula. Menurut para ahli, seks setelah pertengkaran bisa menghasilkan Big O lebih hebat. Salah satu penyebabnya, ketika bertengkar, emosi antar pasangan bertaut erat. "Pertalian emosi itu membuat perempuan lebih terbuka dan vulnerable. Intimacy yang terbangun selama make-up sex pun semakin kuat," jelas Dr Diana Kirschner, terapis seks asal Amerika Serikat. "Jika sudah begitu, Big O kuat tinggal menunggu waktu," lanjut penulis Love in 90 Days Boot Camp tersebut. Selain itu, lanjut Kirschner, make-up sex biasanya diliputi perasaan bersalah, baik dari pihak perempuan maupun lelaki Tapi, siapa pun yang bersalah secara natural merasa punya kewajiban untuk memberikan yang terbaik buat pasangannya. Alhasil, seks pun terasa jauh lebih istimewa daripada biasa.
Ketika bertengkar, adrenalin terpacu sampai ke titik tertinggi. Semakin tinggi emosi yang terlibat, makin deras pula aliran adrenalin ke otak. Hal tersebut memberikan efek yang sama dengan foreplay. Karena itu, sangat wajar kalau setelah bertengkar hebat sampai banting-banting piring, si dia tampak begitu seksi di mata Anda. "Itu justru sangat sehat karena otak memberikan reaksi yang tepat. Karena itu, jika muncul keinginan untuk make love dengan pasangan, lebih baik dituruti," jelas Logan Levkoft seksolog asal New York "Bukan hanya sensasinya yang berbeda, tapi juga efektif untuk menjaga keintiman pasangan di masa-masa sulit," imbuhnya.
Menurut Levkoff, dorongan adrenalin juga berpotensi membuat perempuan berani melakukan aksi-aksi yang di kondisi normal tidak dipraktikkan. Misalnya mencoba posisi woman on top dan memegang kendali atas suami. "Bagi pasangan yang sudah lama menikah dan menganggap seks sebagai rutinitas belaka, variasi-variasi semacam ini layak dicoba. Dan sangat bagus untuk menyalakan kembali gairah yang memudar," tutur Levkoff.
Lalu apa bagian terbaik dan make-up sex? Tenth saja pertengkaran selesai. Sebab, kata Kirschner, perempuan cenderung menyimpan kemarahan lebih lama daripada lelaki. Nah, ini menguntungkan jika kita, perempuan, menjadi pihak yang memicu pertengkaran. Setelah bercinta, dijamin suami melupakan kesalahan kita dan menyesal ikut terseret main telenovela. Hanya, para ahli berpesan untuk tidak menggunakan make-up sex dengan tujuan menyelesaikan pertengkaran. Masalah tetap harus dicarikan jalan keluar agar hubungan suami istri tetap harmonis. "Tapi, setelah make love pikiran memang jadi lebih rileks dan kedua pihak bisa berpikir lebih jernih. Saat itulah pasangan saling membuka komunikasi demi memecahkan problem yang tadi bikin berantem. Jalan keluar pasti lebih mudah didapat," saran Kirschner.

Malu-Malu, tapi Mau

BANYAK ahli menganjurkan pasangan melakukan make-up sex setelah bertengkar. Sayang, belum banyak perempuan yang berani mengajukan inisiatif setelah saling bersitegang mempertahankan pendapat. Yang ada malah malu atau takut ditolak. Hal itu diakui Erina, 28. Perempuan yang berprofesi sebagai supervisor di perusahaan swasta tersebut pemah bertengkar hebat dengan sang suami. Padahal, mereka berada di tengah cuti liburan. Penyebabnya Dia kecewa karena suaminya lebih suka leyeh-leyeh di hotel daripada jalan-jalan. Setelah otot-ototan sejam, dia capek dan ingin dipeluk. Dia sudah minta maaf dan berjanji mengajak saya jalan-jalan meski lebih suka menonton televisi di kamar hotel. Bahkan, dia sudah ganti baju dan siap keluar kamar. Melihat itu, Hati siapa yang tidak luluh?" kata Erina. "Tapi, untuk mengajak berhubungan, saya malu berat," imbuhnya.
Meski begitu, Erina tidak kehilangan akal. Dia lalu mengetik SMS untuk suaminya. Isinya hanya dua kata, do me. "Suami awalnya ragu-ragu. Setelah saya bilang bahwa saya nggak marah, we did it. Hasilnya menyenangkan: ungkap perempuan yang tiga tahun berumah tangga tersebut. Lala mengakui kehebatan sihir make-up sex. Menurut dia, berhubungan sambil menyimpan perasaan bersalah membuat dirinya ingin memberikan yang terbaik buat sang suami. "Itu (make-up sex) selalu berhasil dalam dua hal, membuat kualitas seks lebih baik plus membayar kesalahan kepada suami. Setelah bercinta, dia tidak marah lagi" papar perempuan 37 tahun tersebut.
Lantas, bagaimana kalau sang suami yang melakukan kesalahan? "Itu tidak pernah terjadi. Selalu saya yang ngajak berantem," jawab Lala lantas tertawa

Baru Bertemu Lebih Asyik

PILIHAN bermain peran sangat luas. Kalau malas mengkreasi peran-peran aneh, ada satu opsi lagi yang bisa dicoba. Yakni, menjadi total stranger alias pasangan yang tidak saling kenal. Misalnya, teman yang baru bertemu di kelab atau teman seperjalanan di kereta api. "Bercinta dengan orang asing bisa memunculkan sensasi tersendiri," ungkap Evelyn Fisboin.
Saskia setuju dengan pendapat Evelyn. Perempuan 34 tahun itu mengungkapkan sering berpura-pura menjadi total stranger bersama sang suami. Biasanya, itu mereka lakukan pada momen-momen istimewa, seperti ulang tahun atau ulang tahun pernikahan.
"Ya, ada bermacam-macam ide. Biasanya, kami cuti, lalu menyewa hotel di dalam kota. Lucunya, kami berangkat sendiri-sendiri," ungkap Saskia. "Setelah itu, saya ke bar atau resto hotel. Suami datang setengah jam kemudian dan berpura-pura mengajak kenalan. Pick-up line dan obrolannya pun seperti orang yang baru kenal. Penuh basa-basi," imbuhnya. Setelah itu, obrolan mengarah ke urusan ranjang. Pasangan yang mengikat janji tujuh tahun lain tersebut pun make love layaknya orang asing. "Rasanya sangat free, tanpa beban. Seperti apa pun performa saat itu, saya tidak khawatir. Sebab, toh besok kami tidak bertemu lagi. Kan, ceritanya hanya kencan sesaat. Perasaan itulah yang bikin role play efektif untuk refreshing;" papar perempuan yang berprofesi sebagai notaris tersebut.
Penikmat permainan peran bukan hanya pasangan yang sudah lama menikah. Lucy dan Andre yang baru naik ke pelaminan setahun lalu sering melakukan role play. "Buat lucu-lucuan aja. Kebetulan, kami sama-sama suka berimajinasi. Jadi, main peran apa aja, kami klop," jelas Lucy. Salah satu favorit perempuan 26 tahun tersebut adalah corporate scene. Senjatanya adalah blazer hitam plus rok pensil pendek. Sang suami mengenakan kemeja dan dasi. Untuk melengkapi fantasi, meja kerja Andre dipilih sebagai lokasi bercinta. "Mungkin. karena saya bukan orang kantoran, kalau kerja nggak pernah pakai blazer. Jadi, fantasinya dibikin seekstrem mungkin dengan kenyataan," jelas ilustrator sebuah majalah tersebut.