Monday, August 1, 2011

Posisi Seks saat Hamil

SAAT istri hamil, intensitas hubungan intim beberapa pasangin menjadi berkurang. Perut istri yang besar rnembatasi ruang gerak dan posisi saat bercinta Selain itu, muncul kekhawatiran aktivitas bercinta akan mengganggu kandungan. Padahal, seks masih bisa dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Dokter Susanto Suryaatmadja SpAnd membagi dua kondisi perempuan yang sedang hamil. Pertama, perempuan dengan kelainan kehamilan atau penyakit yang bisa memberatkan. Golongan itu sebaiknya menghindari hubungan intim sepanjang tahun. Bila tidak, sang istri rawan mengalami kontraksi hebat yang bisa mengakibatkan keguguran.
Kedua, perempuan yang hamil dalam keadaan normal. Nab, kelompok kedua itu bisa tetap menjalankan aktivitas bercinta. Tapi, usia kehamilan harus diperhatikan. Pada trimester atau tiga bulan pertama, kondisi kehamilan rawan keguguran. Karen itu, hams berhati-hati. Soal posisi, tidak ada masalah untuk mencoba segala macam gaya. "Doggie style pun tidak apa-apa," tutor Susanto. Pada trimester kedua, perut mulai besar. Tapi, perempuan sudah merasa nyaman dengan kehamilannya Untuk posisi, coba gaya yang tidak menekan perut. Salah satunya, posisi misionaris. Yakni istri tidur telentang, sedangkan suami berada di atas istri. "Tetap sang suami harus memperlakukan istri secara lembut. Ingat istri sedang hamil," ujar Susanto. Bisa juga posisi women on top. Posisi itu memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakan. Istri dapat membuatnya lambat atau cepat, serta mengontrol kedalaman penetrasi. Yang paling penting, gerakan itu aman untuk perut sang istri. Pasangan juga bisa mempraktikkan posisi lion. Caranya, pasangan duduk saling berhadapan. lstri dipangku suami dan kaki istri menjepit pinggang suami.
Pada trimester ketiga, posisi wornen on top adalah yang paling aman. Suami tidur telentang, sedangkan istri duduk, rnenghadap suarni. Bisa juga melakukan deep penetration yang rnerupakan kebalikan dari women on top. Maksudnya, istri membelakangi suami. Dolcter Ernawati Darmawan SpOG dart RSUD dr Soetomo memberikan beberapa tambahan. Posisi spooning (sendok) juga bisa dinikmati pasangan yang istrinya sedang mengandung. Caranya, pasangan sama-sama tidur miring. Suami berada di belakang istri dan tidak saling berhadapan. Pasangan juga masih bisa menikmati hubungan intim dengan posisi side by side. Pasangan tidur menyamping dan saling berhadapan. Kaki istri yang berada di atas diangkat dan menjepit badan bagiasn bawah suami. Suami mengambil posisi agak ke bawah agar tidak menekan perut istri. Tapi posisi ini tidak lagi nyaman dilakukan saat trimester ketiga.
Yang terakhir, the edge of the bed. Istri bisa tidur telentang di pinggir kasur. Kedua kaki ditekuk Sementara itu, suami jongkok atau berdiri di sisi luar tempat tidur. Penetrasi bisa dilakukan dari depan.

BERBAGAI PILIHAN GAYA
TRIMESTER PERTAMA
Misionaris
Doggie Style
Side by side

TRIMESTER KEDUA
Misionaris
Woman on top
Lion

TRIMESTER KETIGA
Woman on top
The edge of the bed
Spooning

Hati-Hati Kontraksi

SAAT hamil, istri bisa jadi malas berhubungan intim. Suami tidak perlu memaksa. Komunikasikan masalah tersebut dengan lembut. Saat berhubungan pun, perbanyak sentuhan halus, ciuman, dan kata-kata mesra. Jangan lupa melakukan foreplay secara perlahan. Sebab, saat hamil, istri tidak bisa diburu-buru, seperti sebelum hamil.
"Suasana hati serta fungsi seksual masing-masing saat itu memengaruhi foreplay. Keduanya sebaiknya memiliki pemikiran yang positif. Diharapkan pasangan bisa mencapai orgasme bersama-sama," tutur Dr Susanto Suryaatmadja SpAnd. Tidak ada salahnya menggunakan alat bantu. Misalnya, bantal untuk sandaran dan menopang sang istri. "Bantal diperlukan untuk mencari G-spot istri dan membantu memperpendek jarak penis dengan G-spot pasangannya yang sedang hamil. Penis boleh masuk asal jangan terlalu keras dan dalam karena bisa mengakibatkan kontraksi," papar Susanto. Dokter Ernawati Darmawan SpOG dan RSU dr Soetomo menuturkan, sebaiknya suami menghindari merangsang bagian payudara. Sebab, bagian tersebut amat sensitif. Istri mudah terangsang. Itu bisa mengakibatkan kontraksi. Hal tersebut akan berbahaya bagi perempuan hamil yang memiliki penyakit tertentu atau kelainan kehamilan.
Karena itu, kata Susanto, hubungan intim perlu ditangguhkan saat istri menderita penyakit tertentu atau kelainan kehamilan. Di antaranya, placenta previa (kelainan letak plasenta) dan preeclampsia pada perempuan hamil dengan tekanan darah yang sangat tinggi. Hubungan intim juga ditangguhkan bila ditemukan protein tinggi di dalam urine istri. Begitu pula bila istri menderita penyakit jantung, muntah berlebihan (lzyperemesis grajidarum), dan penyakit lainnya.
Sang suami juga harus bisa menahan nafsu bila istri mengandung bayi tabung. Termasuk bila sang istri adalah perempuan yang sulit hamil. Apalagi bila baru menjalani aborsi. "Hubungan intim tidak mungkin dilakukan saat istri mengalami perdarahan, ancaman persalinan prematur, kontraksi, hingga pecah ketuban," kata Ernawati.
Nah, pada kondisi yang tidak memungkinkan berhubungan intim, sang suami bisa mengalihkan hasratnya untuk beraktivitas. Menurut Susanto, pars suami yang menghadapi situasi tersebut lebih baik mencari kesibukan lain. Misalnya, berolahraga sehingga tidak sempat memikirkan seks.

Tubuh Wangi Bikin Seksi

AKTIVITAS padat dan tingkat stres yang tinggi sering membuat keinginan bercinta hilang dari pikiran. Setelah seharian bekerja, ketika pulang yang tersisa hanya badan pegal-pegal plus hati kesal lantaran bos belum juga puas dengan hasil kerja kita. Kalau begini caranya, mau mengerjakan apa pun rasanya tidak mood. Termasuk, memenuhi permintaan pasangan untuk bermesraan.
Menumbuhkan mood memang gampang-gampang susah dan membutuhkan kerja sama antara pasangan. "Komunikasi memegang peran penting, jangan sampai ada paksaan. Baik suami memaksa istri maupun istri yang memaksakan diri memenuhi keinginan suami, padahal dia tidak mood. Dua-duanya harus melakukannya dengan perasaan senang," papar dr Dyan Pramesti MKes SpAnd.
Menurut androlog RSUD dr Soetomo itu, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi libido perempuan. Yang nomor satu adalah otak. Karena itu, stres sedikit saja sudah bisa membuat gairah bercinta hilang sama sekali. Dalam kondisi itu, otak bisa menginstruksi anggota tubuh lain untuk bersikap resistan terhadap ajakan berhubungan seks dari pasangan. Dengan demikian, daftar teratas yang harus dilakukan pasangan adalah menstimulasi otak untuk siap berhubungan seks. Caranya, terserah pasangan masing-masing. "Memang harus ada rayu-rayuannya. Kalau pasangan sudah saling mengenal, gampang. Pasti masing-masing sudah punya jurus untuk 'menjinakkan' pasangannya," kata Dyan.
Rayuan, lanjut Dyan, tidak perlu diwujudkan dengan barang-barang mahal atau kata-kata indah bin puitis ala roman zaman abad pertengahan. Lakukan hal yang paling menyenangkan pasang. Dyan mencotohkan, jika istri suka makan nasi goreng, bikinkan nasi goreng sebelum mengajaknya bercinta. "Kalau istri stres, ajak curhat dulu biar beban pikirannya lebih ringan. Ajak bercanda, lupakan kantor, lupakan biaya sekolah anak. Kalau pikiran sudah enteng, kan dia lebih bisa menerima hal-hal yang mengarah ke seks," jelas Dyan. "Merayu dengan kata-kata boleh juga, asal jangan berlebihan supaya tidak terdengar menggombal," imbuhnya. Stimulasi pikiran seperti diatas lebih gampang dilakukan jika relationship pasangan sehari-hari bagus. Kasih sayang dan perhatian harus ditunjukkan setiap hari, jangan melulu saat ingin berhubungan seks.
Pancaindra juga memegang peran super penting dalam membangun mood. Penampilan cakep dan bau harum pasangan secara signifikan mampu membangkitkan gairah. Jika dari segi look sudah oke, tahap selanjutnya seperti bisikan mesra dan sentuhan hangat pasangan dijamin bisa bikin turn on.
"Coba bayangkan kalau kita dalam perjalanan pulang dari kantor sudah berencana ingin bermesraan dengan suami. Ketika sampai rumah, eh ternyata suami juga baru pulang. Muka kucel, baju lusuh, keringetan, bisa-bisa kita langsung ilfeel," beber Dyan. "Sayang banget kan, padahal sebetulnya otak sudah siap menerima rangsangan seksual," imbuh perempuan yang juga berpraktik di RS Husada Utama tersebut.
Itu, kata dia, bisa diatasi dengan cara selanjutnya. Yakni, menciptakan ambience alias suasana romantis. "Mandi bareng kek biar sama-sama fresh dan wangi. Setelah itu, nyalakan lilin-lilin lucu. Selain memanjakan pancaindra, intimacy sudah terbangun dan suasana romantis itu. Buat cewek kan intimacy sangat penting," ungkapnya.
Yang paling penting dari semua itu, lanjut Dyan, adalah masalah komunikasi. Asal ajakan dari suami disampaikan dengan lembut dan mesra secara tidak langsung otak sudah mendapat stimulasi untuk siap berhubungan seks. "Pada dasamya, seperti hal-hal lain, seks juga membutuhkan keselarasan. Hubungan berkualitas bisa diperoleh jika dua pihak sama-sama happy. Dengan begitu, orgasme pun tidak sulit dicapai," tandasnya.